Lokasi
Beranda > Berita > Jawa Barat > Aher Sempat Bisikkan Kalimat Syahadat di Detik Terakhir Kehidupan Sang Bunda

Aher Sempat Bisikkan Kalimat Syahadat di Detik Terakhir Kehidupan Sang Bunda

aher di pemakaman

 

 

Sukabumi, jabar.pks.id – Kepergian Hj. Atikah binti H. Darimy menyisakan duka bagi keluarga besar Ahmad Heryawan. Ibunda gubernur Jawa Barat itu meninggal pada Minggu (7/8), pukul 12.55 WIB, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat.

Meski bersedih, Aher, begitu gubernur Jawa Barat itu akrab disapa, tetap terlihat tegar. Ia menyadari bahwa kematian merupakan fase yang dialami oleh semua orang. Ia juga memohon agar masyarakat turut mendoakan ibundanya.

“Ini adalah awal kehidupan dari kehidupan akhirat dan akhir dari kehidupan duniawi almarhumah. Semua kita akan mengalami seperti ini. Terima kasih kepada warga masyarakat. Mohon doakan almarhumah,” katanya.

Usai prosesi pemakaman, Aher menceritakan bahwa ibunya itu tidak pernah meninggalkan salat meski dalam keadaan sakit. Ia lalu menceritakan detik-detik kepergian ibunda tercintanya itu.

“Alhamdulillah saya sedang dalam posisi di kamar ICU menyaksikan prosesi itu (saat ibundanya menghembuskan nafas terakhir). Saya membisikan kalimat Laa ilaha Illallah Muhammadarrasulullah di telinganya. Dan ketika saya mengangkat kepala untuk melihat layar, ternyata di layar itu sudah tidak ada data apa-apa, pertanda beliau sudah pulang kepada Allah,” ujarnya.

Hj. Atikah, kenang Aher, merupakan sosok ibu yang senantiasa mendoakan anak-anaknya. Bahkan, almarhumah selalu tampil terdepan dalam membela perjuangan dan kiprah hidupnya.

“Saya beruntung ada sosok yang selalu menjadi tumpuan hati, mengokohkan jiwa, dan menjadi pembela dalam ikhtiar memberikan manfaat dan maslahat yang banyak kepada khalayak saat menjalani masa jabatan publik selama di Jakarta dan di Jawa Barat. Dialah ibu saya. Ketika dinamika dan hilir mudik isu miring yang seringkali menerpa pejabat publik, maka ibu saya merupakan orang pertama yang membela. Beliau sedikit pun tidak terpengaruh dengan kabar angin yang sering berkembang di luar,” kenangnya.

Hj. Atikah binti H. Darimy meninggal pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening serta infeksi paru yang dideritanya sejak Mei 2016 lalu. Ia menjalani perawatan intensif di RSHS sejak Rabu (3/8). Almarhumah dikebumikan di pemakaman keluarga di Kampung Pasar Rebo, Desa Sela Awi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. (HumasJabar/DLS).

*berita dan foto diolah dari http://www.jabarprov.go.id/

Baca juga

Leave a Reply

Top