Lokasi
Beranda > Ekonomi > Bank Tanah, Solusi Asyik untuk Jaga Kedaulatan Bangsa

Bank Tanah, Solusi Asyik untuk Jaga Kedaulatan Bangsa

WhatsApp Image 2018-03-23 at 18.30.06

 

Sukabumi, jabar.pks.id – Sudrajat, calon gubernur (cagub) Jawa Barat nomor urut tiga, berkomitmen membangun Bank Tanah jika terpilih menjadi gubernur untuk periode mendatang. Kehadiran Bank Tanah berguna untuk menjaga kedaulatan warga Jabar. Hal tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi dengan pengurus Gabungan Organisasi Islam Bersatu (GOIB), pada Jumat (23/3/2018), di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

Cagub yang diusung PKS, Gerindra,  dan PAN itu menyatakan bahwa kepemilikan tanah merupakan wujud kedaulatan masyarakat. Dia berharap, masyarakat Jabar tidak menjual tanahnya jika tidak benar-benar membutuhkan uang. Terlebih, kata Sudrajat, sekitar 82 persen lahan di Indonesia kini telah dikuasai perusahaan-perusahaan besar.

 

“Makanya, saya juga minta para ulama untuk meyakinkan masyarakat agar jangan menjual tanahnya kalau teu butuh-butuh teuing mah (kalau tidak butuh-butuh amat) karena tanah itu harta awal kita hingga akhir. Punya tanah, berarti kita berdaulat,” tegasnya.

 

Untuk menghindari penguasaan tanah oleh pihak-pihak tertentu dalam skala besar, Sudrajat yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018 itu berjanji mendirikan Bank Tanah. Sehingga, masyarakat Jabar bisa berdaulat di atas tanah kelahirannya sendiri.

 

“Daripada menjual tanahnya ka batur (orang lain), lebih baik dijual ke pemerintah provinsi. Kita ingin tanah-tanah di Jabar tidak dikuasai perusahaan-perusahaan besar,” tegasnya.

 

Disinggung mekanisme Bank Tanah yang menjadi salah satu program prioritasnya itu, Sudrajat menerangkan, pihaknya akan mengalokasikan dana APBD untuk membeli langsung tanah-tanah yang dijual masyarakat Jabar. Tanah yang nantinya sudah dikuasai Pemprov Jabar tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan di Jabar.

 

“Kalau ada masyarakat yang menjual tanahnya beramai-ramai dan lahannya cukup untuk pembangunan, diprioritaskan dibeli oleh provinsi. Menurut Walhi hari ini, lebih 82 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh corporate-corporate besar, itu jangan sampai terjadi di Jabar. Maka provinsi harus menjelma menjadi ‘corporate besar’ juga. Harus bisa menguasai tanah agar diberdayakan demi kepentingan masyarakat Jabar sebesar-besarnya,” paparnya.

 

Sudrajat juga mengatakan, Pemprov Jabar harus benar-benar mengawasi dan memberdayakan tanah-tanah yang tersisa di Jabar saat ini. Pihaknya akan menginventarisasi tanah-tanah yang dijadikan lahan pertanian, termasuk tanah-tanah tidak produktif di Jabar. Tidak hanya itu, Sudrajat akan mendorong pemerintah kabupaten/kota di Jabar agar memiliki aset tanah seluas-luasnya melalui Bank Tanah.

 

“Tanah pertanian itu jangan sampai mudah dikonversi menjadi industri dan perumahan, agar kedaulatan pangan Jabar juga tidak terganggu, termasuk tanah-tanah tidak produktif pun harus diberdayakan, agar tidak menjadi objek manipulasi pengembang untuk memiliki tanah-tanah tersebut,” tandasnya.

 

Sementara itu, dalam rangkaian kampanyenya di Kabupaten Sukabumi, Sudrajat melakukan blusukan di Pasar Cisaat dan Pasar Cicurug. Selain menyapa pengunjung dan pedagang pasar, Sudrajat pun berkesempatan memantau perkembangan stok dan harga berbagai bahan kebutuhan pokok. Kehadiran Sudrajat disambut antusias warga pasar.

 

Sudrajat juga sempat mengunjungi RSUD Sekarwangi untuk memantau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit pelat merah itu. Rangkaian kampanyenya diakhiri silaturahmi dengan pimpinan dan warga Pondok Pesantren Anidzomiah, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga

Leave a Reply

Top