Lokasi
Beranda > keluarga > Netty Dorong Pendekatan APA Dalam Pola Pengasuhan Anak

Netty Dorong Pendekatan APA Dalam Pola Pengasuhan Anak

TASIKMALAYA – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
(P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menyebutkan sebagai orangtua
harus melakukan pendekatan dalam mendidik anak yang disebut APA.

“Antara lain: Arahan yang baik, Pilihan karena anak mempunyai karakter yang
berbeda dan Alasan yang edukatif. Sehingga anak akan senang berdialog dan
berkomunikasi dengan orangtua yang menimbulkan  kenyamanan dan rasa betah
di rumah tanpa harus mencari tempat nyaman diluar,” jelas Netty pada
Parenting Gathering Indonesia Scout Chalenge West Java bersama Kak Seto
dengan tema Mendidik Anak Dengan Cinta di Graha Plaza Asia Mall
Tasikmalaya, Kamis (7/4/16).

Netty menyebutkan ada tiga jenis orangtua dalam mendidik anak yang dapat
membentuk karakter anak. Antara lain orangtua nyasar maksudnya orangtua
Yang tidak tau bagaimana cara mendidik anak, orangtua bayar maksudnya
menganggap ukuran sukses seorang dapat dibeli dengan dana yang berkecukupan
dan  orangtua sadar maksudnya sebagai orangtua memahami bagaimana
menyiapkan stategi dan bagaimana cara mengasuh dengan mau belajar.

“Kita perlu yakini bersama anak merupakan aset masa depan tergantung dari
pola pengasuhan yang diterapkan orangtua di keluarga. Sebisa mungkin anak
terhindar dari permasalahan sosial, pemahaman orang tua terhadap pengasuhan
harus baik, karena lebih baik mencegah daripada menyadari setelah anak
menjadi korban,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Kompas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengatakan
sebagai orangtua haruslah menyayangi anak-anak mereka bukan melakukan
kekerasan yang menyebabkan rusaknya karakter. Keharmonisan orangtua dapat
mempengaruhi tumbuh kembang anak dan tumbuh kembang anak, masa anak-anak
merupakan masa bermain dan membentuk kreativitasnya.

“Mendidik anak haruslah dengan cara yang menyenangkan dan cinta sehingga
anak tidak merasa tertekan serta terhindar dari perilaku kekerasan dan
penelantaran,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman menuturkan pembinaan
keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa.
Sudah tidak jaman ketika orangtua mendidik anak dengan kekerasan seperti
membentak dengan kata-kata kasar dan memaksakan kehendak. Sebaliknya
orangtua harus terus mendukung selama positif dan membangun kreativitas
sesuai kemampuan yang dimiliki anak.

Kegiatan yang digagas oleh Indonesia Scout Chalenge yang bekerjasama dengan
Jawa Post dan Radar di Jawa Barat ini membahas tentang cara pola pengasuhan
anak yang baik dan penuh cinta. Parenting Gathering ini dilaksanakan di 8
kota besar di Jawa Barat, Kota Cirebon terpilih dan menjadi tempat pertama
terselenggaranya seminar ini lalu Kota Tasikmalaya.

Walikota Tasikmalaya sekaligus Ketua Kwarcab Tasikmalaya Budi Budiman,
Kepala Bidang Pendidikan Khusus Jawa Barat dan Pendidikan Layanan Khusus
Jawa Barat Dadang Rahman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Ketua
P2TP2A Kota Tasikmalaya Ety Atiah, Radar Tasikmalaya Dadan Ali Sundayana
dan sebanyak 7000 peserta yang hadir terdiri dari SD sederajat, Pembina
Pramuka, Kepala Sekolah, Perkumpulan Musyawarah Guru BK.

HUMAS PEMPROV JABAR

Baca juga

Leave a Reply

Top