Lokasi
Beranda > Ekonomi > PLTM Cirompang Suplai Listrik PLN Jabar

PLTM Cirompang Suplai Listrik PLN Jabar

KOTA BANDUNG – Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Cirompang secara resmi memberikan suplai listrik kepada PLN Distribusi Jabar mulai hari ini. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Commercial Operating Date (COD) PLTM Cirompang 4 x 2 MW antara Direktur PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman dengan General Manager PLN Distribusi Jabar Iwan Purwana, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung pada Kamis (7/4/2016).

 

Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Jawa Barat, para Kepala Biro terkait Setda Provinsi Jawa Barat, Direktur PT PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman, General Manager PLN Distribusi Jabar Iwan Purwana GM PLN Distribusi Jabar, serta para tamu undangan lainnya.

 

PLTM Cirompang yang berlokasi di Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut ini mampu menghasilkan listrik kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM. Aher pun berharap hal ini bisa meningkatkan elektrifikasi di Jawa Barat yang saat ini mencapai 94,24% dan ditargetkan pada 2017 atau 2018 nanti bisa mencapai 100%.

 

“COD sebagai penanda beroperasinya PLTM. Dan ini bisa menjadi momentum untuk melangkah  dan membangun inovasi baru baik dibidang energi atau bidang lain. Dan ini termasuk energi baru dan terbarukan,” ujar Aher dalam sambutannya saat acara penandatanganan COD.

 

Lebih lanjut Aher pun mengatakan, dengan ditandatanganinya COD ini maka mulai hari ini secara resmi PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) menjual listrik yang dihasilkan oleh PLTM Cirompang kepada PLN Distribusi Jawa Barat.

 

“Artinya sudah resmi ya, PT TGR melakukan penjualan listrik kepada PT PLN dengan harga yang sudah disepakati dengan kapasitas maksimal 8 megawatt atau 4 x 2 Megawatt,” tutur Aher.

 

Sementara itu, Direktur Utama Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman mengatakan pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp 2,6 miliar per bulan atau proyeksi pendapatan mencapai kurang lebih Rp 50 Milyar per tahun. Menurut Emryas, dengan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement) antara Tirta Jabar dan PLN selama 15 tahun ini mampu mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM ini. Investasi yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jabar ini kurang lebih sebesar Rp 172 Miliar dengan dukungan dana dari lembaga keuangan PT Danareksa Capital.

 

“Kontrak Jual Beli Listrik antara Tirta Jabar dengan PLN yang telah ditandatangani ini berjangka waktu 15 tahun. Durasi waktu tersebut cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut, serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat,” kata Emryas.

 

Pada Desember 2015 lalu, PLTM Cirompang 4 x 2 MW telah melaksanakan testing dan komisioning yang selesai pada 1 April 2016. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya Sertifikat Layak Operasi (SLO) dari Konsultan Jasa Sertifikasi yang di dalamnya termasuk uji layak tegangan ke jaringan milik PLN.

 

Setelah proses SLO tersebut selesai, maka dilakukan penandatanganan berita acara Commercial Operating Date (COD) tersebut di atas. Dengan demikian suplai listrik dari PLTM Cirompang 4 x 2 MW yang disalurkan ke jaringan tegangan menengah milik PLN pun telah mulai dicatat.

 

Pembangunan PLTM Cirompang memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari berkembangnya perekonomian di Kecamatan Bungbulang melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan transaksi barang serta jasa yang timbul dari pembangunan PLTM ini. Konstruksi PLTM tersebut terdiri dari bangunan Intake (bangunan penyadapan), Sandtrap (bangunan pembilas pasir), Tunnel (terowongan) dengan panjang kurang lebih 173 m, Penstock dengan panjang kurang lebih 2 km, dan Power House (bangunan pembangkit).

 

Selain PLTM Cirompang 4 x 2 MW, saat ini Tirta Jabar sedang mengembangkan PLTM yang lainnya, yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang yang berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas total sekitar 6 MW. Pengembangan PLTM tersebut diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 180 Miliar.

 

Tirta Jabar juga akan melakukan kerjasama dengan perusahaan nasional terkemuka Indonesia untuk pengembangan PLTM tersebut. Selain itu, sebagai wujud Tirta Jabar dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi dalam penyediaan air minum bagi masyarakat, Tirta Jabar juga berinvestasi pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, SPAM Regional Bandung Selatan, dan SPAM di area Bandara Internasional Jawa Barat.

HUMAS PEMPROV JABAR

Baca juga

Leave a Reply

Top