Lokasi
Beranda > Ekonomi > Buruh, Tani, Nelayan > Tak Ada Kado Indah di Hari Nelayan

Tak Ada Kado Indah di Hari Nelayan

AdangS

 

 

Jakarta, jabar.pks.id – Tidak ada kado indah bagi para nelayan menjelang Hari Nelayan yang diperingati setiap 6 April. Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan dan UU 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan masih seperti kertas kosong yang tidak ada manfaatnya buat nelayan. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS Adang Sudrajat, Rabu (5/4/2017), di Kantor DPP PKS, Jakarta.

 

“Masalah utama nelayan Indonesia saat ini adalah regulasi yang tidak berpihak kepada nelayan kecil dan industri perikanan. Apalagi sekarang lahir Permen 71 tahun 2016 yang menjerat nelayan-nelayan kecil. PR utama tèntang stucknya industri perikanan dan penggantian alat tangkap cantrang membuat noktah hitam kinerja dan janji menyejahterakan nelayan,” kata Adang.

 

Sedangkan Program Poros Maritim (PM), lanjutnya, baru sebatas slogan. Ketidakjelasan Poros Maritim ini terjadi sampai level daerah sehingga terkesan tidak ada terobosan apapun bagi kesejahteraan nelayan. Pemerintah yang gencar melakukan pemberantasan illegal fishing (IF) tidak memiliki efek serius kepada nelayan tradisonal bahkan merusak industri perikanan nasional

 

“Rendahnya penguatan dan peningkatan kapasitas SDM nelayan kecil. Ini masalah klasik karena memang tidak jelasnya upaya bagi penguatan SDM nelayan,” ungkapnya.

 

PKS, tegas Adang, mendesak pemerintah menghentikan berbagai peraturan yang merugikan nelayan. Presiden harus melihat kondisi nelayan yang saat ini sedang “sekarat” karena kesejahteraan yang semakin sulit tercapai. Pemerintah harus melihat kembali laut sebagai pusat pertumbuham ekonomi nasional. Jangan sampai memunggungi laut kembali seperti janji waktu kampanye Jokowi

 

“PKS menyerukan untuk kepala daerah propinsi dan kabupaten berpihak kepada nelayan dengan membuat perda perlindungan dan pemberdayaan nelayan nasional,” pungkas Adang. (HumasDPPPKS/DLS)

Baca juga

Leave a Reply

Top